Monday, February 7, 2011

PENGORBANAN (Yang Tak Pernah Kau Ketahui)



1. Seorang anak laki - laki, dengan uang jajan seadanya.. diberi orang tua nya agar bisa makan di kantin sekolah, atau ongkos transportasi ke sekolah..
kalian merasa dia akan menggunakan semua uang jajannya?
dia selalu menabung untukmu selama tiap hari, menahan lapar, menahan segala ajakan teman untuk pergi bermain dan berharap cukup untuk mengajakmu pergi jalan - jalan di hari minggu nanti.., mungkin hanya sekedar nonton atau pergi makan,..=)
lalu ketika hari minggu yang dimaksud datang, engkau jawab : ” duh,.. sori ni kek nya aku gak bisa pergi sama kamu hari ini soalnya diajakin keluarga pergi… maap “
dah,.. kamu dah sukses menghancurkan perasaan, pengorbanan tu anak laki - laki.. mungkin mereka tak pernah menangis, atau pun curhat sama temannya,.. karna mereka itu jantan! mereka selalu menyimpan perasaannya seorang diri.

2. Ketika beranjak dewasa, para wanita cantik hanya akan pergi sama cowo yang punya kendaraan roda 4.. ketika pria harus bersaing untuk mendapatkan dirimu, mereka akan lebih berhemat mati2an agar bisa mengajak mu untuk berkencan,..
Tapi,ketika engkau mau d ajak pergi, dan kaget untuk pertama kali engkau dijemput memakai motor,..
lalu engkau menjawab
” duh rambut gw rusak nih,…”
” duh, siang bolong gini kamu ngajakin aku pergi… panas tau “
” duhhhh, debu, panas… laen kali aja deh ya ? “
mungkin engkau tidak sadar mengatakannya,.. tapi percaya lah.. hati mereka sakit..

3. Ketika dia sudah mulai bekerja, mereka hampir selalu menyisihkan uang gajinya, karenya dia tahu orang yang dia cintai 2 bulan depan akan merayakan ulang tahun,setiap hari tanpa engkau tahu dia menahan segalanya demi mmberikan sesuatu yg istimewa untukmu,.
Tapi, ketika hari itu datang dan setumpuk hadiah/kado yg lebih mahal & bagus kau terima, lalu semua yg dia berikan menjadi tak ada artinya..

4. Ketika sudah berkeluarga,… anda tau? mereka kerja banting tulang seharian penuh untuk mencukupi kalian makan..
tau pepatah ini gak?
” Seorang ayah makan telur ayam, sedangkan anak istrinya makan daging ayam “
Di benak seorang ayah, asalkan anak istrinya bahagia itu udah cukup,..
kalo perlu gak makan, ato sekedar makan mi instan, asalkan anak istri bisa makan dia uda senang,.. jangan suka menyia2kan uang hasil kerja keras suami mu itu..


5. Ketika punya anak, sudah meranjak dewasa.. dia kesulitan untuk membiayai keluarganya,.. tapi ada satu hal yang harus kalian tau..
” mau ayah / suami mu seorang perampok, pencuri, penjudi atau kriminal lainnya,.. ketika uang itu diberikan pada mu,.. dia ikhlas memberikannya padamu, dan RELA MENANGGUNG DOSA UNTUK MU “
“…ini hanya untuk bahan renungan wanita saja
dan memang tidak semua wanita seperti ini kok…”
“Hargailah baik/buruk pasanganmu…dan sedikit pengorbanan sekecil apapun yg ia lakukan atau berikan jganlah menilai wujud atau bntuknya..tpi nilailah Roh/ketulusan dari sesuatu yg dia berikan..”
“Aku mencintaimu & menerima kamu apa adanya bukan hanya dikatakan tapi harus dipraktekan, karena kekurangan pasangan kita untuk dilengkapi dan ikhlas menerimanya bukan untuk di akhiri (Tiada Gading Yang Tak Retak)”
“Bersyukurlah…….untuk NIKMAT YANG TAK PERNAH KAU KETAHUI”

APAKAH CINTA ITU ?


Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab, Mereka yang hanya ingin bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan, Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian, Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir.

Kadang, Allah yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan untuk menguji kita. Kadang Iapun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam.

Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan dibaliknya. Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.



Mengapa menunggu? Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa. Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono. Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.

Jika ingin berlari, belajarlah berjalan dahulu, Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu, Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.

Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada. Tetap lebih baik, menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada. Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.

Perlu kau ketahui bahwa Bunga tidak mekar dalam waktu semalam, Kota Roma tidak dibangun dalam waktu sehari, Kehidupan dirajut dalam rahim selam sembilan bulan, Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.

Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, Dan penantian kita tidaklah sia-sia.

Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal-iman, keberanian, dan pengharapan - penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan. Pada akhirnya, Allah dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu karena alasan yang penting.

Sahabat, Perjuangan perlu pengorbanan.

Falsafah Lima Jari


Ada si gendut jempol yang selalu berkata baik dan menyanjung Ada telunjuk yang suka menunjuk dan memerintah Ada si jangkung jari tengah yang sombong dan suka menghasut jari telunjuk Ada jari manis yang selalu menjadi teladan, baik, dan sabar sehingga diberi hadiah cincin. Dan ada kelingking yang lemah dan penurut serta pemaaf [ingatkah anda waktu kecil kalau kita berbaikan dengan musuh kita pasti saling jari kelingking].



Dengan perbedaan positif dan negatif yang dimiliki masing-masing jari, mereka bersatu untuk mencapai tujuan [menulis, memegang, menolong anggota tubuh yg lain, melakukan pekerjaan, dll. Pernahkah kita bayangkan bila tangan kita hanya terdiri dari jempol semua ? Falsafah ini sederhana namun sangat berarti. Kita diciptakan dengan segala perbedaan yang kita miliki dengan tujuan untuk bersatu, saling menyayangi, saling menolong, saling membantu, saling mengisi, bukan untuk saling menuduh, menunjuk, merusak, dan bahkan membunuh seperti yang terjadi di negara kita saat ini. Sudahkah kasih sayang saya bertambah hari ini bagi anda ?